Mengenal Premi Asuransi Syariah

2021-10-25 16:47:38

Apa Itu Premi Asuransi - Memiliki program perlindungan seperti asuransi dirasa tepat saat ini. Mengingat kondisi yang sempat tidak menentu akibat pandemi, meski sudah sedikit mereda belakangan. Akan tetapi, kita tetap harus waspada dengan kemungkinan gelombang ketiga pandemi yang juga banyak dihimbau oleh pemerintah maupun lembaga lainnya, terutama di media sosial.

Tidak hanya asuransi konvensional, asuransi syariah pun bisa sahabat jadikan opsi. Jika bicara asuransi, selain persoalan benefit yang sesuai, tentu topik terkait premi yang dibayarkan mengikuti di belakangnya. Lalu, bagaimana dengan premi asuransi syariah? Adakah bedanya dengan premi asuransi konvensional?

Ikuti artikel ini sampai akhir ya sahabat!

Sebelum masuk ke dalam bahasan premi, tentu akan lebih baik jika sudah mengetahui pengertian asuransi syariah itu sendiri. Sehingga, sahabat telah memiliki gambaran dasar mengenai asuransi syariah itu sendiri.

Apa Itu Asuransi Syariah

Singkatnya, asuransi syariah adalah program proteksi baik jiwa ataupun kerugian, yang seluruh kegiatan operasionalnya wajib berdasarkan aturan yang sesuai dengan kaidah agama Islam. Mengapa asuransi bisa diperbolehkan dalam Islam, padahal banyak konsep yang justru bertentangan dengan ajaran Islam dalam asuransi? Tentu saja karena ada perbedaan niat dan akad yang mendasar antara asuransi syariah dan asuransi konvensional.

(Baca juga: Pengertian Asuransi Syariah)

Selain niat dan akad, perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional tidak berhenti di situ. Setidaknya ada empat hal lagi yang membedakan keduanya. Hal ini pun diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI.

(Baca juga: 10 Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional)

Karena terdapat perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional, tentu ada beberapa manfaat asuransi syariah yang juga berbeda dengan asuransi konvensional. Beberapa di antaranya ialah mendapatkan persentase keuntungan dan tentu saja sebagai sarana bersedekah dan berbagi kebaikan.

Untuk mendapatkan manfaat dari asuransi syariah, tentu ada premi asuransi atau kontribusi. Apa ya kira-kira premi asuransi itu?

Apa Itu Premi Asuransi

Premi asuransi adalah biaya yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi sebagai syarat untuk memperoleh manfaat dari produk asuransi yang dimiliki. Istilah premi berlaku pada asuransi konvensional. Sementara pada asuransi syariah, istilahnya adalah kontribusi.

Jika pada asuransi konvensional premi asuransi yang dibayarkan murni untuk membeli manfaat penjaminan atas risiko yang nantinya dihadapi, berbeda sedikit dengan kontribusi dalam asuransi syariah.

Kontribusi pada asuransi syariah tidak hanya diniatkan untuk mendapat manfaat saat terkena risiko. Namun, niat utama dari pembayaran kontribusi atau premi tersebut adalah untuk membantu peserta asuransi lain yang terkena musibah. Namun di saat yang sama juga sang peserta asuransi tersebut pasti terbantu saat mendapat risiko, karena sudah ada perjanjian untuk saling tolong menolong.

Hal yang Menentukan Nominal Premi 

Meski sama-sama membayar premi atau kontribusi, tentu saja besaran nominal yang dibayarkan berbeda. Ada yang per tahunnya mencapai belasan juta, di sisi lain ada yang per tahun hanya beberapa juta. Kalau seperti itu, apa saja ya yang mempengaruhi besar kecilnya nominal premi asuransi?

Sebetulnya, besar atau kecil premi peserta asuransi, ditentukan berdasarkan jenis risiko yang mereka miliki, sesuai hasil proses verifikasi underwriting. Mengenai underwriting dan jenis-jenis risikonya bisa sahabat baca di sini ya.

Nah, beberapa faktor yang menentukan jenis risiko calon peserta asuransi di antaranya sebagai berikut:

  1. Usia peserta

Tentunya hal ini berpengaruh terhadap besar kecilnya seseorang terkena risiko. Oleh karena itu, usia menjadi aspek penting dalam penentuan jenis risiko.

  1. Gaya hidup

Memiliki hobi yang ekstrem dan juga kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol atau menghisap tembakau tentu akan membuat jenis risiko yang didapat semakin berat. Oleh karena itu, selain untuk kesehatan, tidak memiliki kebiasaan merokok bisa membuat sahabat memiliki premi asuransi yang lebih terjangkau lho.

  1. Riwayat kesehatan pribadi dan keluarga

Jika seseorang tidak jujur menyertakan informasi ini karena khawatir tidak akan diloloskan pengajuannya, tentu kemungkinan klaim tidak dibayar sangat besar. Tidak hanya histori kesehatan pribadi, tetapi juga termasuk keluarga inti.

  1. Periode manfaat berlaku

Semakin lama asuransi syariah yang sahabat miliki berlaku untuk melindungi sahabat, tentu besar preminya juga sebanding. Jadi, pertimbangkan dengan cermat ya kebutuhan sahabat.

  1. Besar santunan dana yang diterima

Sama halnya dengan poin di atas, semakin kecil santunan dana yang diterima tentu premi asuransi yang dibayarkan akan semakin rendah.

Itu dia sekilas pembahasan mengenai apa itu premi asuransi syariah dan faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya nominal premi peserta asuransi. Bisa disimpulkan, proses pengisian data pada saat pengajuan menjadi sangat penting ya sahabat. Meskipun seorang calon peserta asuransi sudah memiliki beberapa risiko di atas, usahakan tetap memberi informasi apa adanya tanpa ditutupi. Karena, sebetulnya masih ada ruang bagi underwriting untuk meloloskan pengajuan lho.

Semoga informasinya bermanfaat ya. Untuk kemudahan mendapatkan produk proteksi syariah untuk sahabat, Wakalahmu sebagai marketplace asuransi khusus syariah pertama di Indonesia hadir menawarkan beragam pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan sahabat.

Photo by Allef Vinicius on Unsplash

Artikel Lainnya

Tolong-Menolong dalam Mengantisipasi Kemungkinan Risiko

Baca sekarang

Peran Underwriting dalam Asuransi Kesehatan

Ada satu posisi penting namun tak banyak diketahui dalam sektor keuangan. Itulah underwriting asuransi. Cari tahu lebih di artikel ini ya!
Baca sekarang

Asuransi Syariah, Banyak Gak Ya Produknya?

Yuk cari tahu asuransi syariah, produk asuransi syariah di artikel ini!
Baca sekarang
Kontak WA Wakalahmu