Resolusi Keuangan Tahun Baru 2026: Menata Harta di Dunia, Menabung Bekal untuk Akhirat
Tahun 2025 baru saja kita lewati dengan segala dinamikanya. Bagi sebagian orang, tahun lalu mungkin menjadi tahun keberhasilan finansial, namun bagi yang lain, mungkin ada tantangan yang belum terselesaikan. Kini, saat fajar tahun 2026 menyingsing, kita tidak hanya dihadapkan pada tradisi merayakan pergantian tahun, melainkan pada sebuah kesempatan besar untuk melakukan jeda sejenak: Evaluasi dan Perencanaan.
Membuat resolusi keuangan di tahun 2026 bukan sekadar tren agar kita bisa membeli gadget terbaru atau berlibur ke luar negeri. Lebih jauh dari itu, menata keuangan adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai hamba Allah yang telah dititipi rezeki.
Pentingnya Menghitung Harta: Sebuah Pertanggungjawaban Mutlak
Mengapa manusia perlu sibuk menghitung, mencatat, dan merapikan hartanya? Dalam pandangan duniawi, kita menghitung agar tidak "lebih besar pasak daripada tiang." Namun, dalam pandangan seorang Muslim, ada alasan yang jauh lebih mendasar dan menggetarkan hati. Setiap rupiah yang kita miliki akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Sang Pemberi Rezeki.
Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras dalam sebuah hadits yang sangat populer mengenai hari pembalasan. Beliau bersabda:
"Tidak akan beranjak kaki anak Adam pada hari kiamat dari sisi Tuhannya sampai dia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia infakkan, serta tentang ilmunya apa yang telah ia amalkan." (HR. Tirmidzi).
Perhatikan bahwa untuk urusan umur, masa muda, dan ilmu, masing-masing hanya memiliki satu pertanyaan. Namun, khusus untuk harta, Allah memberikan dua pertanyaan sekaligus: Dari mana (Sumber) dan Ke mana (Pengeluaran). Ini menunjukkan bahwa harta memiliki bobot pertanggungjawaban yang sangat serius.
Dua Sisi Mata Uang: Sumber dan Alokasi
Dalam menyusun rencana keuangan 2026, kita harus jujur pada diri sendiri mengenai dua sisi ini:
Dari Mana Harta Berasal? Resolusi pertama kita haruslah memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk ke kantong kita berasal dari sumber yang halal. Apakah bisnis kita jujur? Apakah pekerjaan kita dilakukan dengan amanah? Keberkahan harta tidak diukur dari jumlahnya, melainkan dari cara mendapatkannya. Harta yang sedikit namun halal akan membawa ketenangan, sedangkan harta melimpah dari jalan yang haram hanya akan menjadi beban di hari akhir.
Ke Mana Harta Dihabiskan? Resolusi kedua adalah tentang gaya hidup dan prioritas. Islam tidak melarang kita menikmati harta, namun Islam melarang sikap boros (tabdzir) dan berlebih-lebihan (israf). Apakah harta kita hanya habis untuk gaya hidup yang fana, atau sudahkah kita sisihkan untuk zakat, infak, dan sedekah? Di tahun 2026 ini, mari kita prioritaskan pengeluaran untuk hal-hal yang bermanfaat bagi keluarga dan orang banyak.
Hisablah Dirimu Sebelum Kamu Dihisab
Ada sebuah nasihat bijak dari Khalifah Umar bin Khattab ra. yang sangat relevan dengan perencanaan keuangan: "Hasibu anfusakum qabla an tuhasabu"—Hisablah (hitunglah) dirimu sendiri sebelum kalian kelak dihisab oleh Allah. Jika kita malas mencatat pengeluaran sekarang, bayangkan betapa sulitnya kita menjawab pertanyaan di hari kiamat nanti ketika semua catatan amal dibuka. Menghitung harta sebelum meninggal adalah bentuk "latihan" sekaligus persiapan. Dengan rutin mengevaluasi keuangan, kita jadi tahu apakah kita lebih banyak belanja keinginan daripada kebutuhan, atau apakah kita sudah cukup berbagi kepada mereka yang berhak (mustahik).
Langkah Praktis Keuangan 2026
Sebagai bentuk nyata dari resolusi ini, ada beberapa langkah yang bisa kita mulai:
Penutup
Selamat datang tahun 2026. Mari kita jadikan tahun ini sebagai momentum untuk menjadi manajer keuangan yang cerdas. Ingatlah bahwa harta hanyalah titipan yang akan berpindah tangan saat kita memejamkan mata selamanya. Dengan menghitung harta secara rapi dan memastikan alokasinya tepat sasaran, kita sedang berusaha agar saat "kaki kita tidak beranjak" di padang mahsyar nanti, kita bisa menjawab pertanyaan Allah dengan wajah yang tegak dan hati yang tenang.. Semoga Allah memberkahi rezeki kita di tahun yang baru ini. Aamiin
Salam : Farisah Amanda, S.E.Sy., M.E., AWPS, CSFT