Hukum Reksadana Syariah Dalam Islam

28 Feb 2022

hukum reksadana syariah - Mencari keuntungan melalui investasi? Tentu tidak masalah. Pasalnya, selain memperoleh keuntungan, para investor pun dapat berkontribusi aktif dalam upaya pembagunan Indonesia, bila berinvestasi di instrumen tertentu.

Setelah semua itu, Sahabat masih ragu karena investasi bisa saja mengandung riba sehingga hukumnya haram dalam Islam? Tenang saja. Saat ini, sudah banyak tersedia pilihan investasi syariah. Salah satunya ialah reksadana syariah.

(Baca juga: Mengapa Riba Haram Dalam Islam?)

Namun, bagaimana ya hukum reksadana syariah? Apa benar reksadana syariah pasti halal? Apa sumber hukum yang menguatkan hukum reksadana syariah tersebut?

Nah, kalau Sahabat juga mempertanyakan hal di atas, langsung saja cek jawabannya di sini yuk!

Hukum Reksadana Syariah

Reksadana syariah adalah jenis reksadana yang kegiatan operasionalnya sesuai dengan syariat Islam.

(Baca juga: Pendapat Rasul Mengenai Riba)

Lantas, apakah dengan begitu hukum reksadana syariah adalah halal?

Berdasarkan lokakarya Majelis Ulama Indonesia yang berlangsung 2 hari di tahun 1997, hukum reksadana syariah adalah mubah atau diperbolehkan.

Berikut ini 4 hal yang dipertimbangkan untuk mencapai keputusan hukum reksadana syariah.

(Baca juga: Cepat Cuan dengan Investasi Jangka Pendek Berikut)

  1. Prinsip diperbolehkan dalam muamalat

Hukum reksadana syariah adalah boleh dapat dilihat dari prinsip diperbolehkannya tiap muamalat selama tidak melanggar kaidah syariah Islam.

Hal ini sesuai dengan kaidah fiqh yang dipegang oleh mazhab Hambali dan para ahli fiqh lainnya, sebagai berikut:

 الأصل في العقود وما يتصل بها من شروط الإباحة ما لم يمنعها الشرع أو تخالف نصوص الشرع

Artinya: “Prinsip dasar dalam transaksi dan syarat-sayarat yang berkenaan dengannya ialah boleh diadakan, selama tidak dilarang oleh syariah atau bertentangan dengan nash syariah". (Al Fiqh Al Islamy wa Adillatulh, Juz IV hal.199).”

(Baca juga: Bentuk Riba dalam Kehidupan Sehari-hari)

  1. QS. Al-Maidah Ayat 1

Dasar hukum reksadana syariah selanjutnya adalah ayat pertama surat al-Maidah yang mengatakan agar orang beriman melaksanakan akad dari kegiatan yang dilakukan.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَوْفُوْا بِالْعُقُوْدِۗ اُحِلَّتْ لَكُمْ بَهِيْمَةُ الْاَنْعَامِ اِلَّا مَا يُتْلٰى عَلَيْكُمْ غَيْرَ مُحِلِّى الصَّيْدِ وَاَنْتُمْ حُرُمٌۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ مَا يُرِيْدُ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah janji-janji. Hewan ternak dihalalkan bagimu, kecuali yang akan disebutkan kepadamu, dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang berihram (haji atau umrah). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum sesuai dengan yang Dia kehendaki.”

(Baca juga: Arti Kata Syariah)

Menurut keterangan dalam lokakarya MUI tersebut, setiap kegiatan transaksi harus memenuhi akad tersebut. Adapun ketentuan dalam akad tersebut dapat ditentukan sendiri oleh umat Muslim dengan batasan tidak melanggar syariat Islam.

  1. Hadits Riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmizy

Hadits dari Amru bin Auf ini adalah ucapan Rasul yang menegaskan kembali bahwa menentukan persyaratan dari sebuah kesepakatan diperbolehkan kecuali menghalalkan yang haram dan sebaliknya.

الصلح جائز بين المسلمين إلا صلحا حرم حلالا أو أحل حراما والمسلمون على شروطهم إلا شرطا حرم حلالا أو أحل حراما

Artinya: "Perdamaian itu boleh antara orang-orang Islam kecuali perdamaian yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram. Orang-orang Islam wajib memenuhi syarat-syarat yang mereka disepakati kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau menghalalkan yang haram." (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Tirmizy dari Amru bin Auf).

(Baca juga: Mengapa Sifat Amanah Perlu Dimiliki?)

  1. QS. An-Nisa Ayat 29

Dasar hukum reksadana syariah selanjutnya ialah ayat ke-29 surat An-Nisa. Dalam ayat ini, Allah menyebutkan bahwa cara dalam memeroleh harta wajib dengan cara yang tidak batil dan tidak dengan memakan harta sesama.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ اِلَّآ اَنْ تَكُوْنَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْٓا اَنْفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”

Masih menurut lokakarya MUI, reksadana konvensional menggunakan akad mudharabah atau jual beli dan musyarakah atau bagi hasil. Keduanya adalah akad tijarah.

(Baca juga: Intip 4 Jenis Akad Tijarah Lainnya Yuk)

Akan tetapi, di saat yang bersamaan akad reksadana konvensional juga memiliki hal-hal yang ditentang dalam Islam. sebut saja dalam aspek akad, operasi, investasi, transaksi, serta pembagian keuntungannya.

Oleh sebab itu, meski reksadana konvensional juga mengandung banyak tujuan kebaikan, seperti saling memberi keuntungan serta memajukan perekonomian, hukum reksadana konvensional tetaplah tidak diperbolehkan.

Usai sudah informasi tentang pengertian reksadana syariah dan hukum reksadana syariah.Semoga informasinya bermanfaat ya.

(Baca juga: Waspadai Tanda-tanda Berikut Agar Terhindar dari Hasad)

Tetapi, tetap ingat untuk menyediakan lebih dulu dana darurat dan dana manajemen risiko ya Sahabat.

Salah satu cara mempersiapkan manajemen risiko yakni dengan asuransi. seperti yang sudah diketahui, saat ini tersedia versi asuransi umum atau konvensional dan asuransi syariah.

(Baca juga: Apa Itu Asuransi Syariah?)

Asuransi syariah adalah asuransi yang cara kerjanya sesuai dengan syariat Islam. Tidak hanya itu, ada beberapa keuntungan asuransi syariah yang tidak ada di asuransi umum lho.

Wakalahmu sebagai marketplace khusus asuransi syariah pertama dan satu-satunya menyediakan produk asuransi syariah sesuai kebutuhan.

Wakalahmu selalu senang dan siap membantu Sahabat bila memiliki pertanyaan terkait produk asuransi syariah yang cocok untuk Sahabat, di sini.

Sahabat pun dapat langsung menghubungi Wakalahmu dengan mengakses langsung IG dan Facebook Wakalahmu lho.

Yuk, cek Wakalahmu sekarang!

Foto: Freepik.com

Coba produk Wakalahmu


Asuransi Kendaraan Syariah

Solusi yang baik untuk melindungi kendaraan Anda
Lihat

Asuransi Perjalanan Syariah

Solusi yang baik untuk memberikan rasa tenang dalam perjalanan Anda
Lihat

Asuransi Kecelakaan Diri Syariah PLUS

Solusi yang baik untuk memberikan rasa aman dalam beraktifitas di masa Pandemi
Lihat

Mu’awanah Kebajikan

Solusi untuk mengoptimalkan kebaikan Anda
Lihat

Asuransi Rumah Tinggal Syariah

Solusi yang baik untuk perlindungan rumah tinggal Anda
Lihat

Artikel Lainnya

Waktu Sholat Tahajud Terbaik + Tata Cara, Niat, dan Doa Sholat Tahajud

waktu sholat tahajud - Waktu sholat tahajud mesti diketahui apabila Sahabat memiliki niat untuk melaksanakan ibadah sunah yang satu ini....
Baca sekarang

Kenapa Zakat Fitrah Wajib? Ternyata Ini Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah

tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah - Sebagai seorang Muslim, mengetahui tujuan mengeluarkan zakat fitrah rasanya perlu untuk dilakukan. Pasalnya, dengan...
Baca sekarang

Gak Hanya Istilah, Ini Dia 10 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

perbedaan bank syariah dan bank konvensional - Tidak hanya istilah yang dipakai, perbedaan bank syariah dan bank konvensional ada banyak...
Baca sekarang

Pengertian Dana Tabarru, Istilah yang Bikin Asuransi Syariah jadi Boleh

Dana tabarru adalah - Dana tabarru adalah hal yang wajib diperhatikan dan diketahui ketika akan membeli produk asuransi syariah. Pasalnya,...
Baca sekarang

Peristiwa Luar Biasa dalam Peradaban Islam yang Terjadi di Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah - Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang cukup penting dalam sejarah Islam. Pasalnya, bulan Dzulhijjah menjadi latar berbagai...
Baca sekarang

Asuransi di Mata Ustadz Abdul Somad, Adi Hidayat, Khalid Basalamah, Buya Yahya. Cek di Sini!

hukum asuransi dalam islam - Hukum asuransi dalam Islam adalah hal penting dan mendasar untuk diketahui. Pasalnya, akan berbahaya apabila...
Baca sekarang

Qurban Pelosok Negeri

[Satu klik untuk penyaluran qurban terbaik] Idul Adha sudah tak lagi lama. Jika Sahabat merayakannya dengan berkurban, tentu harus segera...
Baca sekarang

Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Sesuai Syariat Islam

syarat hewan kurban - Syarat hewan kurban menjadi penting diketahui sebelum membeli hewan kurban. Pasalnya, jika ternyata kondisi hewan kurban...
Baca sekarang

Doa Menyembelih Hewan Kurban Untuk Orang Lain Dan Diri Sendiri

doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain - Mengetahui doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain dan diri sendiri adalah...
Baca sekarang



Kontak WA Wakalahmu