6 Perbedaan Reksadana Syariah dan Konvensional

28 Feb 2022

perbedaan reksadana syariah dan konvensional - Belakangan ini, banyak sekali produk atau layanan baru yang dirilis dengan menyertakan istilah syariah. Begitu juga dengan industri keuangan. Bahkan, beberapa perusahaan membuat branding sendiri khusus untuk produk dan layanan syariah mereka. Reksadana pun ikut di dalamnya. Akan tetapi, apa perbedaan reksadana syariah dan konvensional? Apakah hanya istilah keduanya yang berbeda?

Yuk kita kulik jawabannya di artikel ini!

Perbedaan Reksadana Syariah dan Konvensional

  1. Prinsip

Perbedaan reksadana syariah dan konvensional pertama adalah pada prinsip serta cara pengelolaannya.

Reksadana syariah menggunakan prinsip syariah, yakni prinsip yang sesuai dengan syariat Islam.

Sementara itu, reksadana konvensional tidak menggunakan prinsip syariah. Prinsip reksadana konvensional adalah prinsip kontrak investasi kolektif.

 

(Baca juga: Jenis-jenis Riba Dalam Kehidupan Sehari-hari)

Jadi, dari prinsip dasarnya sudah terlihat perbedaan reksadana syariah dan konvensional ya Sahabat.

  1. Mekanisme Pembersihan (Cleansing)

Perbedaan reksadana syariah dan konvensional kedua adalah keberadaan mekanisme pembersihan.

(Baca juga: Mengapa Riba Haram Dalam Islam?)

Mekanisme pembersihan yang dimaksud ialah membersihkan sumber pendapatan yang nonhalal. Contohnya seperti bunga yang diperoleh dari rekening reksadana di bank kustodian.

Reksadana syariah memiliki mekanisme ini. Pasalnya, segala kegiatan bisnis manajer investasi (MI) penyedia reksadana syariah, wajib terjaga kehalalannya.

(Baca juga: Ternyata, Ini Alasan Cuan Reksadana Cukup Tinggi)

Sementara, mekanisme ini tidak ada dalam reksadana konvensional. Pasalnya, tidak ada dasar aturan dalam reksadana konvensional yang menyoroti soal halal haramnya suatu pendapatan.

  1. Efek yang Diinvestasikan

Perbedaan prinsip pada reksadana syariah dan konvensional, berpengaruh pada poin ketiga ini.

Untuk reksadana syariah, instrumen efek yang dijadikan portofolio investasi hanya yang ada di dalam Daftar Efek Syariah (DES). Mengapa demikian? Tentu karena efek tersebut menjalankan bisnis yang tidak melanggar syariat Islam.

(Baca juga: Apa Itu Reksadana Syariah?)

Selain itu, perusahaan yang efeknya dapat masuk ke dalam DES hanyalah yang memiliki total utang yang lebih kecil daripada total aset yang dimiliki.

Bagaimana dengan reksadana konvensional? Tidak ada batasan dalam memilih efek yang diinvestasikan.

Selama efek tersebut mendatangkan imbal hasil yang kompetitif, reksadana konvensional dapat berinvestasi pada efek tersebut, karena tidak ada batasan halal haram.

(Baca juga: Tips Mengatur Keuangan Pribadi)

 

  1. Pembagian Keuntungan

Sistem pembagian keuntungan reksadana syariah dan konvensional juga berbeda. Bagaimana perbedaannya?

Reksadana syariah adalah jenis reksadana yang menggunakan sistem kesepakatan bersama. Meski terkadang persentasenya telah ditentukan, cara penentuan tersebut juga mempertimbangkan syariat Islam.

(Baca juga: Mengapa Sifat Amanah Penting untuk Dimiliki?)

Reksadana konvensional adalah jenis reksadana yang sistem pembagian keuntungannya berdasarkan suku bunga. Serupa dengan sistem perolehan keuntungan produk perbankan konvensional lainnya.

Tidak hanya itu, manajer investasi (MI) reksadana syariah tidak akan menanggung kerugian yang terjadi.

Berbeda dengan reksadana konvensional di mana MI yang menanggung risiko sesuai prinsip kerja sama.

  1. Akad/Perjanjian

Perbedaan reksadana syariah dan konvensional selanjutnya adalah pada aspek akad atau perjanjian.

Pada reksadana syariah, akad yang digunakan ialah akad-akad tijarah dalam Islam. Oleh karena itu, meski menghasilkan keuntungan, reksadana syariah tetaplah halal.

Beda halnya dengan reksadana konvensional. Akad atau perjanjian yang digunakan tidak memerhatikan unsur kehalalan di dalamnya.

(Baca juga: Bagaimana Tanda Terkena Sifat Hasad?)

  1. Lembaga pengawas

Perbedaan reksadana syariah dan konvensional terakhir adalah keberadaan lembaga pengawas.

Reksadana syariah adalah jenis reksadana di mana semua manajer investasi (MI) yang menawarkan unit reksadana syariah, diawasi oleh 2 lembaga. Keduanya ialah DSN-MUI melalui Dewan Pengawas Syariah atau DPS dan Otoritas Jasa Keuangan.

Sedangkan pada MI yang menjual unit reksadana konvensional, pengawasan hanya berasal dari 1 lembaga, yakni OJK.

Itulah sekilas informasi tentang perbedaan reksadana syariah dan konvensional. Semoga bermanfaat ya.

Tetapi, tetap ingat untuk menyediakan lebih dulu dana darurat dan dana manajemen risiko ya Sahabat.

Salah satu cara mempersiapkan manajemen risiko yakni dengan asuransi. seperti yang sudah diketahui, saat ini tersedia versi asuransi umum atau konvensional dan asuransi syariah.

(Baca juga: Definisi Asuransi Syariah)

Asuransi syariah adalah asuransi yang cara kerjanya sesuai dengan syariat Islam. Tidak hanya itu, ada beberapa keuntungan asuransi syariah yang tidak ada di asuransi umum lho.

Wakalahmu sebagai marketplace khusus asuransi syariah pertama dan satu-satunya menyediakan produk asuransi syariah sesuai kebutuhan.

Wakalahmu selalu senang dan siap membantu Sahabat bila memiliki pertanyaan terkait produk asuransi syariah yang cocok untuk Sahabat, di sini.

(Baca juga: Satu Klik, Langsung Terhubung dengan Wakalahmu)

Sahabat pun dapat langsung menghubungi Wakalahmu dengan mengakses langsung IG dan Facebook Wakalahmu lho.

Yuk, cek Wakalahmu sekarang!

Foto: Freepik.com

Coba produk Wakalahmu


Asuransi Kendaraan Syariah

Solusi yang baik untuk melindungi kendaraan Anda
Lihat

Asuransi Perjalanan Syariah

Solusi yang baik untuk memberikan rasa tenang dalam perjalanan Anda
Lihat

Asuransi Kecelakaan Diri Syariah PLUS

Solusi yang baik untuk memberikan rasa aman dalam beraktifitas di masa Pandemi
Lihat

Mu’awanah Kebajikan

Solusi untuk mengoptimalkan kebaikan Anda
Lihat

Asuransi Rumah Tinggal Syariah

Solusi yang baik untuk perlindungan rumah tinggal Anda
Lihat

Artikel Lainnya

Waktu Sholat Tahajud Terbaik + Tata Cara, Niat, dan Doa Sholat Tahajud

waktu sholat tahajud - Waktu sholat tahajud mesti diketahui apabila Sahabat memiliki niat untuk melaksanakan ibadah sunah yang satu ini....
Baca sekarang

Kenapa Zakat Fitrah Wajib? Ternyata Ini Tujuan Mengeluarkan Zakat Fitrah

tujuan mengeluarkan zakat fitrah adalah - Sebagai seorang Muslim, mengetahui tujuan mengeluarkan zakat fitrah rasanya perlu untuk dilakukan. Pasalnya, dengan...
Baca sekarang

Gak Hanya Istilah, Ini Dia 10 Perbedaan Bank Syariah dan Bank Konvensional

perbedaan bank syariah dan bank konvensional - Tidak hanya istilah yang dipakai, perbedaan bank syariah dan bank konvensional ada banyak...
Baca sekarang

Pengertian Dana Tabarru, Istilah yang Bikin Asuransi Syariah jadi Boleh

Dana tabarru adalah - Dana tabarru adalah hal yang wajib diperhatikan dan diketahui ketika akan membeli produk asuransi syariah. Pasalnya,...
Baca sekarang

Peristiwa Luar Biasa dalam Peradaban Islam yang Terjadi di Bulan Dzulhijjah

Dzulhijjah - Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan yang cukup penting dalam sejarah Islam. Pasalnya, bulan Dzulhijjah menjadi latar berbagai...
Baca sekarang

Asuransi di Mata Ustadz Abdul Somad, Adi Hidayat, Khalid Basalamah, Buya Yahya. Cek di Sini!

hukum asuransi dalam islam - Hukum asuransi dalam Islam adalah hal penting dan mendasar untuk diketahui. Pasalnya, akan berbahaya apabila...
Baca sekarang

Qurban Pelosok Negeri

[Satu klik untuk penyaluran qurban terbaik] Idul Adha sudah tak lagi lama. Jika Sahabat merayakannya dengan berkurban, tentu harus segera...
Baca sekarang

Syarat-Syarat Hewan Kurban yang Sesuai Syariat Islam

syarat hewan kurban - Syarat hewan kurban menjadi penting diketahui sebelum membeli hewan kurban. Pasalnya, jika ternyata kondisi hewan kurban...
Baca sekarang

Doa Menyembelih Hewan Kurban Untuk Orang Lain Dan Diri Sendiri

doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain - Mengetahui doa menyembelih hewan kurban untuk orang lain dan diri sendiri adalah...
Baca sekarang



Kontak WA Wakalahmu